Langsung ke konten utama

"EMPAT SIFAT SEMPURNA BAGI ORANG SALIK"


Dalam wasiatnya, Imam Al-Ghazali menjelaskan 4 sifat Wajib bagi orang yang salik (yaitu orang yang sedang mencari jalan akhirat). Diantara sifat tersebut menurut imam Al-Ghazali anatara lain :

1. I’tikad (meyakinkan) yang benar yang tidak ada bid’ah
didalamnya (maksudnya adalah mengikut Akidah Ahlusunnah Wal Jama’ah).


2. Bertaubat dengan taubat nasuha sehingga ia tidak akan kembali mengerjakan dosa yang pernah dilakukannya.


3. Meminta halal (yaitu minta maaf) daripada semua musuh dan makhluq sehingga engkau tidak akan dipertanyai masalah dihari kiamat nanti. 


4. Mempelajari ilmu syari’at (yaitu ilmu fikih dan tasauf) untuk dapat menunaikan segala perintah Allah SWT dan juga mempelajari ilmu akhirat (yaitu ilmu tauhid) yang dapat menjamin keselamatanmu diakhirat
nanti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FENOMENA PANIC BUYING DIMASA PANDEMI

Merebaknya virus corona ke beberapa negara menyebabkan banyak terjadi beberapa gejala sosial, termasuk Indonesia. Kepanikan sosial melanda di banyak sudut dunia. Salah satu gejala sosial yang melanda beberapa negara pada awal-awal Covid-19 adalah panic buying. Banyak sekali barang-barang di pasaran yang mengalami kelangkaan stok dan lonjakan harga berkali-kali lipat.  Panic Buying Panic Buying merupakan fenomena di mana masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu. Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah handsanitizer, masker dan kebutuhan pokok.  Momen ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum curang dengan menimbun beberapa barang dan meraup untuk sebanyak-banyaknya. Hal  yang mendasari perilaku  Panic Buying Panic buying didorong oleh ketakutan, dan keinginan untuk berusaha keras memadamkan ketakutan itu, seperti antrian berjam-jam atau membeli jauh lebih banyak dari yang...

Kita Tidak Lebih Baik dari Tumbuhan

                 Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling bernilai dari ciptaan tuhanyang lainya. Karna manusia dibekali akal dan pikiran untuk berpikir. Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang dibekali akal pikiran, mestinya menjadi pemicu semangat tersendiri dalam diri manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya terlebih bagi orang banyak. Akal dan pikiran itulah yang seharusnya bisa membuat manusia menjadikan manusia itu sendiri sebagai makhluk yang bernilai. Seharusnya dengan akal dan pikiran, dapat dijadikan sebagai alat utama atau senjata bagi manusia untuk berlomba selalu dekat dengan tuhannya, bersilaturahim padanya, berhadapan dengannya, dan selalu mengingatnya. Namun, tanpa kita sadari, terkadang kita malah jauh dari tuhan yang telah mengasih akal dan pikiran kepada kita, kita sibuk mengejar kehidupan duniawi, tertipu oleh gemerlapnya dunia dan lupa akan ukrowi. terkadang kita malah melupakan siap...