Langsung ke konten utama

“HAKEKAT ILMU ITU ADA SETELAH ENGKAU TELAH MENGAMALKANNYA

 Dan ketahuilah bahwasanya sebahagian daripada masalah yang engkau tanyakan kepada aku itu (hakekat ilmu) tidak dapat dijawab dengan tulisan ataupun dengan perkataan.

 Tetapi jikalau engkau telah sampai kepada hakekat halnya maka barulah engkau faham (tentang rasa manisnya ilmu), jikalau engaku belum sampai kesana maka engkau belum mengetahuinya, karena masalah-masalah hal tersebut itu adalah masalah “Zauqiyah”, yaitu masalah yang tidak dapat dipahami dengan sebenarnya kecuali setelah dirasai oleh seorang akan hakekatnya (sesuatu). 

Maka masalah-masalah yang seperti ini tidak dapat hanya semata disifatkan dengan perkataan tetapi mesti dengan dicoba dan dirasai, seperti manisnya sesutau yang manis dan pahitnya sesuatu yang pahit maka hal yang demikian tidak dapat diketahui kecuali dengan dirasai terlebih dahulu (tidak dapat diungkapkan dengan perkataan ataupun tulisan).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANDAI AKU SEORANG MANAJER

Telah kita ketahui bersama bahwa, sudah setahun lebih Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Selama periode tersebut telah lebih dari 1 juta  masyarakat Indonesia terpapar Covid-19, dan lebih dari 45.000 di antaranya meninggal. Kehidupan sosial pun berubah, sehingga seluruh masyarakat mau tidak mau harus bisa beradaptasi. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh adanya virus tersebut, mulai di bidang politik, pariwisata, dan ekonomi. Semua negara mengalami hal yang serupa. Perekonomian di Indonesia bahkan di dunia mengalami penurunan yang cukup besar. Banyak perusahaan-perusahaan yang memutuskan hubungan kerjanya dengan para karyawan akibat dari dampak virus ini. Mau tidak mau, perusahaan pun harus bisa mengatasi dampak dari adanya pandemi ini, supaya perusahaan tersebut masih bisa menjalankan kegiatannya, walaupun tidak semudah yang dibayangkan dalam kondisi seperti ini. Peran manajer sebagai salah satu pimpinan perusahaan pun  sangat penting dalam mengambil keputusan demi ...

Dakwah di Era Disrupsi

Pada era disrupsi banyak sekali tantangan dakwah yang dihadapi oleh da'i.  Apa itu dakwah diera disrupsi?  Disrupsi itu sendiri adalah sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental yang mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada kecara-cara baru. Akibatnya pemain yang masih menggunakan cara dan sistem lama kalah bersaing. Jadi Dakwah diera Disrupsi adalah dakwah yang dilakukan pada saat kebanyakan atau sebagian masyarakat tengah berada  diera modern. era Disrupsi sendiri ditandai dengan munculnya berbagai fenomena kegoncangan masyarakat akibat terjadinya perubahan dahsyat dalam tatanan kehidupan, seperti penggunaan teknologi terhadap perkembangan masyarakat.  Disadari atau tidak, peradaban manusia telah berangsur berubah. Realita kehidupan manusia telah masuk era revolusi teknologi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan antar sesama.Dalam skala ruang lingkup dan kompleksitasnya, transformas...

"MENANGIS KARENA SALAH PAHAM HADITS"

Suatu saat, pernah ada seorang mendengar hadits dari seorang khatib di atas mimbar membawakan hadits Nabi : “Tidak akan masuk surga qattaat (pengadu domba).” Tiba-tiba lelaki itu menangis seraya mengatakan, “Aku harus kerja apa lagi, aku tidak punya pekerjaan kecuali jualan al-qatt yaitu makanan hewan.” Lihatlah orang tersebut, dia salah paham hadits, karena maksud Nabi dalam hadits tersebut bukan penjual al-qatt (makanan hewan) melainkan maksudnya adalah orang yang suka namimah(mengadu domba). Di antara faedah kisah ini adalah pentingnya bagi kita memahami hadits Nabi secara benar dengan bimbingan penjelasan para ulama.  Janganlah hanya memahami hadits Nabi secara tekstual lafalnya saja dengan pemahaman kita sendiri sehingga kita malah Terjatuh dalam kesalahan yang fatal.